Bekantan Pictures & Talanoa Pictures · 2025–2026
Hari
Kartini
Stefani
Film Pendek · Drama
↓ Scroll untuk menjelajahi
"Seorang remaja perempuan keturunan Tionghoa yang baru pindah ke sekolah negeri hanya ingin berbaur, tapi malah diajukan ikut peragaan busana Hari Kartini dengan kostum mencolok — disertai tekanan dari dua sisi: teman-teman sekelasnya, dan ibunya yang adalah pemilik toko sewa kostum."
Sebuah kisah
identitas & keberanian
Stefani baru saja pindah ke sekolah baru di mana ia masih merasa canggung dan takut dianggap berbeda. Menjelang Hari Kartini, murid-murid kelasnya mengajukannya untuk ikut lomba peragaan busana berkostum daerah.
Stefani bimbang — apakah ia akan lebih disukai teman-teman jika mengikuti lomba tersebut, atau penampilan itu malah akan membuatnya makin sulit berbaur di tengah tatapan dan gelak tawa yang tidak selalu ia mengerti.
Di sisi lain, Martha, ibu Stefani, memang mengelola sebuah toko sewa kostum dan berharap teman-teman baru Stefani akan menyewa di tempatnya. Meski tak ingin memaksa anaknya ikut lomba, Martha mencoba mempromosikan tokonya dengan cara lain — yang malah membuat Stefani semakin malu.
Dalam upaya Stefani untuk berbaur, kostum seperti apa yang tidak akan membuatnya tampil mencolok?
"Mungkin jawabannya bukan menghilangkan perasaan menggelitik itu — melainkan berdamai dengan identitas tersebut, lalu menavigasi langkah ke depan dengan pilihan kita sendiri."
— Natania Jansen, Sutradara
Tiga suara,
satu cerita
Seorang remaja perempuan Tionghoa-Indonesia berusia 13 tahun. Stefani tampak pendiam, namun sebenarnya bisa ekspresif dengan orang yang tepat. Fani kesulitan menyesuaikan diri di sekolah barunya dan merasa berbeda, namun belum sepenuhnya memahami mengapa ia merasakan hal tersebut.
Alexa Jeslyn
Ibu Stefani yang mengelola toko sewa kostum. Dia membesarkan Stefani seorang diri. Martha tampak tangguh, namun juga memiliki sisi lembut. Martha tidak selalu sependapat dengan Stefani — dia cenderung lebih praktis dan tidak selalu memahami apa yang dirasakan putrinya.
Maya Hasan
Perwakilan OSIS di kelas Stefani, dan teman barunya. Farah sosok yang ceria dan tulus. Farah berpihak pada apa yang menurutnya benar, dan tidak merasa tertekan untuk mengikuti arus orang-orang di sekitarnya. Ia menjadi cermin dan penyemangat bagi Stefani.
Fazka Farhat
Director / Screenwriter · Talanoa Pictures
Natania Jansen adalah seorang penulis dan pembuat film yang berbasis di Tangerang. Film pendeknya, "Before Fireworks", adalah pemenang IFF Australia 2021 dan telah tayang di beberapa festival lokal dan internasional. Setelah lulus dari Universitas Multimedia Nusantara pada tahun 2022, ia bekerja sebagai asisten penulis di bawah naungan salah satu penulis skenario layar lebar Indonesia.
"Ada perasaan menggelitik yang saya alami selama tumbuh besar sebagai warga keturunan Tionghoa pasca 1998. Ketika budaya Tionghoa tidak lagi dilarang, sisi 'Chinese' kami tidak sepenuhnya ditentang, tapi juga tidak sepenuhnya disikapi sebagai hal yang wajar."
Produser film pendek dan penulis naskah. Lulus dari jurusan Film Universitas Multimedia Nusantara pada 2022. Kini fokus memproduksi film pendek di luar kampus dengan Talanoa Pictures.
Pendiri dan CEO Bekantan Pictures. Lulus dari Griffith Film School, Brisbane 2016. Karyanya "Golden Frames in The Closet" telah beredar di berbagai negara dan memenangkan beberapa penghargaan nasional maupun internasional.
Kolaborasi antara Bekantan Pictures (Bekasi, est. 2018) — rumah produksi independen yang telah menghasilkan cerita-cerita inklusif dengan perspektif baru — dan Talanoa Pictures, yang berkomitmen untuk menyebarkan dan memperluas suara-suara yang jarang terdengar.
Dari layar
ke festival dunia
Pra-produksi & pengembangan naskah, casting, persiapan lokasi dan kru.
Produksi utama, shooting di Jakarta & Tangerang (Sabtu–Minggu).
Pasca-produksi: editing, sound design, color grading, motion graphic.
Persiapan festival, press release, kampanye media sosial, dan promosi.
Private Screening pada Hari Kartini, dihadiri media & komunitas kreatif.
Festival nasional & internasional, distribusi OTT Vidio, omnibus film Kartini.
Menjangkau
penonton luas
Hari Kartini 2026
(Minikino, JAFF, Ganesha)
(Busan, Berlinale, SIFF)
di sekolah & kampus
Platform Vidio
Mengapa film
ini penting
Film yang menyampaikan isu pencarian jati diri di tengah multikulturalisme dengan cara yang hangat, jujur, dan tidak menghakimi — relevan untuk generasi muda Indonesia masa kini.
Menghadirkan karakter Tionghoa-Indonesia yang otentik, tidak sesuai klise — pertama kalinya kisah seperti ini dikemas dalam film pendek bertema Hari Kartini dengan kualitas festival.
Film ini memperkenalkan budaya Indonesia dan makna Hari Kartini ke panggung festival internasional, memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang merayakan keberagaman.
Siapa yang akan
menontonnya
Mereka yang sedang membangun identitas diri, terutama yang pernah merasa "berbeda" atau berada di persimpangan budaya dan lingkungan sosial.
Guru, dosen, dan orang tua yang peduli pada isu kebhinekaan, inklusi, dan pengalaman minoritas — khususnya etnis Tionghoa-Indonesia.
Penonton film pendek independen terutama perempuan akan merelevansikan perayaan Hari Kartini saat ini melalui lensa yang segar.
Penonton OTT umum berusia 18–35 tahun yang tertarik pada narasi tentang perempuan muda yang berani menemukan suaranya.
Kebutuhan Dana
Rp 149.600.000
| Pos Anggaran | % dari Total | Jumlah (Rp) |
|---|---|---|
| Pre-production & Development | 6,7% | 10.000.000 |
| Crew | 16,7% | 25.000.000 |
| Talents | 5,7% | 8.500.000 |
| Catering | 3,7% | 5.500.000 |
| Equipment | 14,7% | 22.000.000 |
| Arts | 10,0% | 15.000.000 |
| Location Expenses | 5,7% | 8.500.000 |
| Travel Expenses | 3,7% | 5.500.000 |
| Animation / Motion Graphic Production | 2,7% | 4.000.000 |
| Sound Design | 5,0% | 7.500.000 |
| Pasca Production (Editing) | 6,7% | 10.000.000 |
| Publicity | 3,7% | 5.500.000 |
| Production Support | 3,7% | 5.500.000 |
| Distribusi | 2,3% | 3.500.000 |
| Contingency (10%) | 9,1% | 13.600.000 |
| TOTAL | 100% | 149.600.000 |
Jadilah bagian dari
cerita ini
Kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam produksi ini sebagai pihak sponsor/donatur. Dapat berupa dana, konsumsi, transportasi, dan barang-barang untuk operasional produksi.
Dukungan terhadap film ini dapat menjadi bagian dari program CSR di bidang edukasi karakter dan inklusi sosial, dengan menampilkan sponsor sebagai Champion of Empowerment & Diversity.
- → Brand Activation: Kartini Youth Screening Program di sekolah dan kampus mitra
- → Kampanye media sosial bersama dengan tagar seperti #KartiniMudaBCA atau #BeraniBeridentitas
- → Employee Engagement: Film dapat digunakan untuk pemutaran internal sebagai bagian dari program Inspira Talks atau Women Empowerment Series
- → Aktivasi sosial bersama: "Screening & Sharing Kartini Muda" di sekolah mitra
Bersama kita
ceritakan kisah ini
Kontribusi Anda — dalam bentuk apapun — akan menjadi bagian dari film yang akan mewakili Indonesia di panggung nasional dan internasional, sambil memperkuat pesan kebhinekaan, keberanian, dan identitas perempuan muda Indonesia.
Hubungi Kami +62 821 2236 5384